<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8459656</id><updated>2011-11-28T07:18:26.854+07:00</updated><title type='text'>Hanny Setiawan Today</title><subtitle type='html'>Daily Seeking God (DSG)</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://hannysetiawan.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8459656/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hannysetiawan.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>hannysetiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01154673144648022421</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_LfKdIxRLNww/Sot5WOLuHYI/AAAAAAAAAAM/4r9kAWExRvY/S220/collage6.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>22</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8459656.post-564351972054354930</id><published>2011-05-18T05:12:00.007+07:00</published><updated>2011-05-18T06:07:07.018+07:00</updated><title type='text'>Kelebihan yang Merusak</title><content type='html'>&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Manusia diciptakan serupa dan segambar dengan Tuhan (Kej. 1:26-27).  Bisa dibayangkan betapa besar kapasitas manusia yang sebenarnya.  Potensi daya kreasi, cipta, dan imaginasi yang tidak terbatas ada dalam setiap sel manusia. Sebuah kelebihan yang luar biasa.  Tidak dipunyai ciptaan yang lain. Ketika suatu kali semua manusia dibumi menyatukan kekuatan, dan kemampuannya, kekuatan gabungan itu mampu untuk menggetarkan surga.  Sehingga akhirnya diputuskan usaha itu "dikacaukan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apapun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt; Baiklah &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kita turun dan mengacaubalaukan&lt;/span&gt; di sana bahasa mereka, sehingga mereka tidak mengerti lagi bahasa masing-masing&lt;/span&gt; (Kej. 11:6-7)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: center;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Usaha itu sudah dipatah, dan gagal.  Tetapi realitas dalam sejarah umat manusia usaha untuk menjadi yang terbaik, yang terbesar, yang termegah, yang terhebat, dan yang termulia selalu ada. Meskipun "&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;apapun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana&lt;/span&gt;" &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;tetapi usaha itu selalu ada.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Manusia berusaha jadi Allah!  "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!" &lt;/span&gt; (Yer. 17:5).  Ironisnya, seringkali manusia mengatasnamakan "Tuhan" untuk kepentingan diri sendiri.  Sehingga frase "atas nama Tuhan" seringkali tidak menjamin apapun.  Bahkan frase itu yang telah menyalakan peperangan-peperangan besar antar manusia di muka bumi.  Semua kelompok merasa bahwa Tuhan di pihak mereka masing-masing.  Padahal sebenarnya semuanya datang dari manusia sendiri, bukan dari Tuhan. Tendensi untuk mengandalkan kekuatan sendiri itulah yang menjadi bahaya terbesar yang selalu mengintai jalan kita mengikut Dia.  Kita mudah tersesat karena mengandalkan kekuatan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengandalkan Tuhan, apa artinya? Kata &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;mengandalkan &lt;/span&gt;yang digunakan adalah&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; batach&lt;/span&gt; arti sederhanaya adalah "apapun, walapun, meskipun" yang terjadi tidak pernah keluar dari kepercayaan bahwa ada Dia yang lebih besar.  Bukan kekuatan, kekayaan, dan kepandaian.  Selalu berpusat kepadaNya. &lt;span style="font-style: italic;"&gt; "Waktu aku takut, aku ini &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;percaya &lt;/span&gt;kepada-Mu"&lt;/span&gt; (Maz. 56:3).  Kalimat Daud yang luar biasa ini memakai kata yang sama batach.  Mengandalkan berarti percaya tanpa kondisi.  Seperti carang, tidak bisa hidup tanpa pokokNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;" (Yoh. 15:5)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Begitu mudahnya kita menggunakan kekuatan kita sendiri karena memang mampu melakukannya, dan lupa untuk tetap di dalam Dia.  Sebab itu, bagi Paulus lebih baik dia lemah, karena kemudian nyata kekuatan Tuhan (II Kor. 12:9).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah&lt;/span&gt;, bukan dari diri kami." (II Kor. 4:7)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Apakah kita sedang berjalan dengan kekuatan sendiri, atau dengan kekuatan Allah? &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!  &lt;/span&gt;(Yer. 17:7). &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Terkutuk atau Diberkati ternyata sebuah pilihan!&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; (yhs)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8459656-564351972054354930?l=hannysetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hannysetiawan.blogspot.com/feeds/564351972054354930/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hannysetiawan.blogspot.com/2011/05/kekuatan-sejati.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8459656/posts/default/564351972054354930'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8459656/posts/default/564351972054354930'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hannysetiawan.blogspot.com/2011/05/kekuatan-sejati.html' title='Kelebihan yang Merusak'/><author><name>hannysetiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01154673144648022421</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_LfKdIxRLNww/Sot5WOLuHYI/AAAAAAAAAAM/4r9kAWExRvY/S220/collage6.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8459656.post-7942693658223768595</id><published>2011-01-12T06:06:00.005+07:00</published><updated>2011-01-12T06:41:46.735+07:00</updated><title type='text'>Bergumul dengan Allah</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: arial;font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Air secara natural akan mengalir kebawah. Angin akan bertiup ke tekanan yang rendah.  Gravitasi membuat benda-benda jatuh kebawah, dan tidak keatas.  Fenomena-fenomena alam yang natural banyak terjadi disekeliling kita.  Manusia sebagai makhluk yang paling kompleks juga memiliki tendensi-tendensi atau kecenderungan.  Dan Rom. 3 menyatakan kepada kita bahwa secara natural, kecenderungan kita dosa.  Dosa sendiri berarti tidak tepat sasaran (hamartia).  Jadi, sudah kecenderungannya manusia akan menjauh dari sasaran hidup yang sebenarnya.  Sebab itu ketika seorang pencari Tuhan memulai sebuah perjalanannya, sama artinya dengan dia memulai sebuah pergumulan "melawan arus alam."  Kata pergumulan (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;agonizomai&lt;/span&gt;) inilah yang juga dipakai oleh rasul Paulus dalam Kol. 4:12&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div  style="text-align: center; font-family: arial;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;Salam dari Epafras kepada kamu; ia seorang dari antaramu, hamba Kristus Yesus, yang selalu &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;bergumul &lt;/span&gt;dalam doanya untuk kamu, supaya kamu berdiri teguh, sebagai orang-orang yang dewasa dan yang berkeyakinan penuh dengan segala hal yang dikehendaki Allah. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sebuah kata yang sangat berat dan dalam karena mengandung kata berjuang, agony (kesedihan yang mendalam), bahkan berkonotasi kesulitan dan penderitaan.  Dalam Rom 15:30 dikatakan "Tetapi demi Kristus, Tuhan kita, dan demi kasih Roh, aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, untuk&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; bergumul bersama-sama dengan aku &lt;/span&gt;dalam doa kepada Allah untuk aku, " Artinya, Paulus menekankan pentingnya bersama-sama bergumul, dan saling menguatkan dalam perjalanan kita mencari Dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pegumulan inilah yang tidak disukai manusia modern yang cenderung instan, praktis dan hedonis.  Mengapa harus sulit-sulit apabila bisa ada jalan pintas?  Suatu paradox yang sulit dimengerti manusia. Sebab itu, Salib adalah suatu pelajaran paradox yang apabila dimengerti dan dipercaya akan membawa kita mengerti esensi kehidupan.  Pergumulan Kristus di kayu salib melawan kodrat alam membawa kemenangan bagi umat manusia untuk mengalahkan kecenderungan dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergumulan dengan Allah membawa kepada perubahan.  Ketika Yakub bergumul dengan Allah, dia tidak lagi disebut penipu tapi Israel, sahabat Ilahi.  Luar biasa bukan? Kita menjadi sahabatNya, mengerti hatiNya, kerinduanNya, keluh kesahNya, bahkan kemarahanNya pun kita mengerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;Lalu kata orang itu: "Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang." (Kej. 32;28)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Semakin kita mengikuti keinginan alami, semakin kita menjauh dari apa yang kita cari selama ini. Tuhan!  Pergumulan-pergumulan dari waktu ke waktu, dan kejadian ke kejadian akan membawa kita semakin berubah dari kemuliaan kepada kemuliaan, dari iman kepada iman, dari kekuatan kepada kekuatan. Bergumullah!(yhs)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8459656-7942693658223768595?l=hannysetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hannysetiawan.blogspot.com/feeds/7942693658223768595/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hannysetiawan.blogspot.com/2011/01/bergumul-dengan-allah.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8459656/posts/default/7942693658223768595'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8459656/posts/default/7942693658223768595'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hannysetiawan.blogspot.com/2011/01/bergumul-dengan-allah.html' title='Bergumul dengan Allah'/><author><name>hannysetiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01154673144648022421</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_LfKdIxRLNww/Sot5WOLuHYI/AAAAAAAAAAM/4r9kAWExRvY/S220/collage6.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8459656.post-2570806292726397849</id><published>2010-12-26T00:43:00.005+07:00</published><updated>2010-12-26T01:25:37.387+07:00</updated><title type='text'>Biarkan Dia Bicara!</title><content type='html'>&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;Waktu terus berjalan, dan kehausan dan kelaparan untuk mengenalNya semakin tidak tertahan.  Semakin jauh tenggelam dalam pencarian, semakin disadari betapa kecilnya otak manusia untuk mengerti.  &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div  style="text-align: center;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sesungguhnya, bangsa-bangsa adalah seperti &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;setitik air dalam timba &lt;/span&gt;dan dianggap &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;seperti sebutir debu pada neraca&lt;/span&gt;. Sesungguhnya, pulau-pulau tidak lebih dari abu halus beratnya.&lt;/span&gt; (Yes. 40:15)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;Seperti sebuah mikrokosmos demikianlah kira-kira dunia dan umat manusia dihadapan sang Pencipta.  Terlalu kecil untuk dilihat dengan mata biasa.  Sebab itu pencarian yang sudah berlangsung ribuan tahun pun seakan tidak membawa kemana-mana.  Tuhan seakan sesuatu yang begitu jauh untuk digapai dan tidak mengerti keadaan kita sehari-hari.  Tapi apakah Dia begitu tidak relevan-nya dengan kita, dan hanya menjadi miliki segelintir teolog, pendeta, pengkotbah, ulama, kiai, ataupun orang-orang yang suci lainnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div  style="text-align: center;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sebab itu umat-Ku akan mengenal nama-Ku dan pada waktu itu mereka akan mengerti bahwa &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Akulah Dia yang berbicara, ya Aku!&lt;/span&gt;  (Yes 52:6&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;KebesaranNya adalah ketika Dia mau menjadi kecil untuk kita sehingga kita yang kecil mulai bisa mengerti kebesaranNya.  Dimulai dengan Dia bicara! Ya, luar biasa.  Dia  berbicara kepada kita dalam bahasa yang kita mengerti dan bukan hanya itu, Dia selalu berbicara sampai kita mengenalinya.  Raja Daud sangat mengerti hal ini, dia mengatakan "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dari Daud. Kepada-Mu, ya TUHAN, gunung batuku, aku berseru, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;janganlah berdiam diri terhadap aku&lt;/span&gt;, sebab, jika Engkau tetap membisu terhadap aku, aku menjadi seperti orang yang turun ke dalam liang kubur&lt;/span&gt;." (Maz. 28:1).  Tidak bisa hidup tanpa mendengar.  Hal yang luar biasa.  Dan inilah yang justru sekarang kita sering lupa.  Kita mencari dengan bicara, dan tidak bisa mendengar. Tidak bisa mendengarNya minta air minum karena kehausan, mendengarNya minta makanan karena kelaparan, mendengarNya menangis karena ketidakadilan, mendengarNya berteriak ditengah keputusaan karena dosa-dosa yang terus dibuat, mendengarNya berbisik rindu karena kesibukan kita sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Sebab ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku minum;  ketika Aku seorang asing, kamu tidak memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu tidak memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit dan dalam penjara, kamu tidak melawat Aku.&lt;/span&gt; (Mat. 25:42-43)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Biarkan Dia berbicara dan mengajar kita segala rahasia kehidupan.  Apapun yang menjadi kehausan dan kelaparan kita akan terjawab.  Tugas kita adalah mendengar.  Mendengar Dia berbicara melalui hati kita, melalui dunia kita, melalui keseharian kita, melalui apa dan siapa saja.  Biarkan Dia bicara! (yhs)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8459656-2570806292726397849?l=hannysetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hannysetiawan.blogspot.com/feeds/2570806292726397849/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hannysetiawan.blogspot.com/2010/12/biarkan-dia-bicara.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8459656/posts/default/2570806292726397849'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8459656/posts/default/2570806292726397849'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hannysetiawan.blogspot.com/2010/12/biarkan-dia-bicara.html' title='Biarkan Dia Bicara!'/><author><name>hannysetiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01154673144648022421</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_LfKdIxRLNww/Sot5WOLuHYI/AAAAAAAAAAM/4r9kAWExRvY/S220/collage6.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8459656.post-1204030574796262241</id><published>2010-03-30T05:22:00.003+07:00</published><updated>2010-03-30T06:13:43.552+07:00</updated><title type='text'>Kompas Kehidupan</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px; -webkit-border-horizontal-spacing: 1px; -webkit-border-vertical-spacing: 1px;"&gt;Perjalanan panjang mencariNya adalah perjalanan seumur hidup.  Dalam prosesnya kita kadang lelah dan kehilangan arah. Pada dasarnya "kompas" kehidupan kita sudah rusak, sehingga kita memerlukan kompas yang baru.  Yang menjadi masalah kadang-kadang kita tidak merasa sedang tersesat, karena kamuflase kehidupan yang demikian membutakan.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px; -webkit-border-horizontal-spacing: 1px; -webkit-border-vertical-spacing: 1px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px; -webkit-border-horizontal-spacing: 1px; -webkit-border-vertical-spacing: 1px;"&gt;"&lt;i&gt;..yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang &lt;b&gt;pikirannya telah dibutakan&lt;/b&gt; oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah&lt;/i&gt;." (II Kor. 4:4)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px; -webkit-border-horizontal-spacing: 1px; -webkit-border-vertical-spacing: 1px; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px; -webkit-border-horizontal-spacing: 1px; -webkit-border-vertical-spacing: 1px;"&gt;Pikiran yang buta inilah yang membuat kita berputar-putar di padang gurun kehidupan dan semakin menjauh dari Tuhan dan bukan mendekat kepadaNya.  Kerinduan hatiNya tidak lagi menjadi kerinduan hati kita.  Kita salah lihat.  Salah fokus.  Sehingga pada akhirnya kita salah jalan.  Ahli taurat, orang farisi, bangsa Israel di padang gurun, Esau dengan sepiring kacang marah, Saul dengan perempuan En-Dor, sampai kepada Yudas dengan 30 keping peraknya memperlihatkan betapa kita perlu lebih berhati-hati memperhatikan kompas kehidupan kita.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px; -webkit-border-horizontal-spacing: 1px; -webkit-border-vertical-spacing: 1px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px; -webkit-border-horizontal-spacing: 1px; -webkit-border-vertical-spacing: 1px;"&gt;Yesus, sang Jalan Kehidupan, memberikan kita hal sederhana untuk dingat sebagai kompas kita:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px; -webkit-border-horizontal-spacing: 1px; -webkit-border-vertical-spacing: 1px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px; -webkit-border-horizontal-spacing: 1px; -webkit-border-vertical-spacing: 1px;"&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Yesus menjawab mereka: "&lt;i&gt;Kamu sesat, sebab kamu tidak mengerti &lt;b&gt;Kitab Suci &lt;/b&gt;maupun k&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Kuasa Allah&lt;/b&gt;! &lt;/i&gt;' (Mat. 22:19)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Ada 2 hal dasar yang selalu menjadi kompas kita.  Yang pertama, Firman Tuhan. Artinya adalah nilai-nilai dan prinsip-prinsip kehidupan dalam kerajaanNya.  Ketika kita terima Dia, kita pindah ke suatu sistem yang baru.  Sistem kerajaan Surga, yang memiliki nilai-nilai dan norma-norma yang berbeda. Meskipun kita masih hidup dalam sistem dunia, sistem nilai kita sudah berubah.  Semakin kita menghidupi nilai-nilai yang benar, semakin kita mengerti hatiNya.  Yang kedua adalah, KuasaNya, atau dunamis, berbicara tentang pribadiNya.  Kita tidak bisa sekedar "bermoral baik" tapi tidak paham pribadinya.  Berbicara dan berkonsultasi secara pribadi dengan Roh Kudus adalah kompas kehidupan kehidupan kita.  Dia yang akan menerangkan dan membuka rahasia-rahasia hatiNya kepada kita.  (yhs)&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8459656-1204030574796262241?l=hannysetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hannysetiawan.blogspot.com/feeds/1204030574796262241/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hannysetiawan.blogspot.com/2010/03/kompas-kehidupan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8459656/posts/default/1204030574796262241'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8459656/posts/default/1204030574796262241'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hannysetiawan.blogspot.com/2010/03/kompas-kehidupan.html' title='Kompas Kehidupan'/><author><name>hannysetiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01154673144648022421</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_LfKdIxRLNww/Sot5WOLuHYI/AAAAAAAAAAM/4r9kAWExRvY/S220/collage6.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8459656.post-3062281846130698148</id><published>2010-01-22T13:07:00.003+07:00</published><updated>2010-01-22T13:37:55.409+07:00</updated><title type='text'>Ketika Kita Sendiri</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt; Pandanglah Abraham, bapa leluhurmu, dan Sara yang melahirkan kamu; &lt;b&gt;ketika Abraham seorang d&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;b&gt;iri, Aku memanggil dia&lt;/b&gt;, lalu Aku memberkati dan memperbanyak dia. (Yes. 51:2)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Pencarian kita akan Dia seringkali teralihkan dengan begitu banyaknya hal-hal lain dalam kehidupan yang tidak ada sangkut pautnya dengan pencarian itu sendiri.  Ayat diatas mewahyukan sesuatu yang indah untuk kita renungkan.  Ketika Abraham SENDIRI, Dia memanggil.  Berapa banyak waktu kita sendiri bersama dengan Dia.  Waktu-waktu yang indah saat Dia menyapa, bercengkerama,   dan menyatakan isi hatiNya kepada kita.  Maria mengerti dan menghidup saat-saat sendiri itu sehingga Yesus mengatakan bahwa Maria telah memilih bagian yang terbaik.  "&lt;i&gt;tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya&lt;/i&gt;." (Luk. 10:42)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Bahkan Yesus pun adalah pribadi yang sangat menganggap penting waktu-waktu sendiri.  "Pada suatu kali ketika &lt;b&gt;Yesus berdoa seorang diri&lt;/b&gt;, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Lalu Ia bertanya kepada mereka: "Kata orang banyak, siapakah Aku ini?" (Luk. 9:18).  Begitu kasihNya kepada manusia sehingga bukan saja Dia memperhatikan "umat manusia" tapi Dia memperhatikan pribadi lewat pribadi. Tuhan kita adalah Tuhan yang sangat personal dan pribadi.  Setiap dari kita Dia bimbing secara langsung secara pribadi.  Sebab itu dalam suratnya Yohanes, murid yang paling intim dengan pribadi Yesus, menyatakan sesuatu yang sangat profetik dan radikal.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari pada-Nya. Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain&lt;/b&gt;. Tetapi sebagaimana pengurapan-Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu--dan pengajaran-Nya itu benar, tidak dusta--dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia&lt;/i&gt; (I Yoh. 2:27)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Ayat diatas menekankan kepada pentingnya setiap dari pribadi bergantung langsung kepada Tuhan yang ada dalam diri kita melalui Roh Kudus.  Semakin kita bergantung kepada Roh Kudus, semakin dewasa kita dalam Tuhan.  Bimbingan langsung dari Roh Kudus inilah yang gagal dicapai oleh pencari-pencari Tuhan karena terlalu banyaknya suara-suara asing (Yoh 10).  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Bagi para pencari Tuhan, disiplin waktu sendiri menjadi salah satu disiplin yang terpenting sehingga akhirnya kita bisa dengan "jernih" mendengar pengajaran, bimbingan, teguran, yang pada akhirnya membawa kita kepada pengenalan akan Dia yang lebih dalam.  Berapa banyak waktu sendiri kita dengan Dia? (yhs)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8459656-3062281846130698148?l=hannysetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hannysetiawan.blogspot.com/feeds/3062281846130698148/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hannysetiawan.blogspot.com/2010/01/ketika-kita-sendiri.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8459656/posts/default/3062281846130698148'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8459656/posts/default/3062281846130698148'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hannysetiawan.blogspot.com/2010/01/ketika-kita-sendiri.html' title='Ketika Kita Sendiri'/><author><name>hannysetiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01154673144648022421</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_LfKdIxRLNww/Sot5WOLuHYI/AAAAAAAAAAM/4r9kAWExRvY/S220/collage6.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8459656.post-896907765570818894</id><published>2009-11-24T12:57:00.004+07:00</published><updated>2009-11-24T14:13:19.552+07:00</updated><title type='text'>Pertemuan Pertama</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Pengenalan kita akan Tuhan tidak akan pernah sampai kemana-mana tanpa pertemuan pertama. Pertemuan pertama kita dengan Yesus, seperti Saulus di jalan ke Damsyik ini sangat mempengaruhi perjalanan kita mengikut Dia.  Doa singkat kita menerima Yesus dalam hati percaya, mulut mengaku Dia seringkali menjadi pengalaman "manis" yang kita ceritakan sebagai pertemuan kita yang pertama.  Tapi apakah demikian adanya? Apakah kita sudah mengalami yang Saulus alami (Kis. 9:1-9), apakah kita sudah mengalami yang sida-sida dari Etiopia alami (Kis. 8:27-39)? Apakah kita mengalami "ayam berkokok" kepada kita (Mat. 26:74-75)?  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Sebetulnya apa yang seharusnya terjadi dalam pertemuan pertama kita dengan Yesus? Pertanyaan yang sama ditujukan kepada Petrus di hari pentakosta. Hari yang diyakini sebagai lahirnya sebuah era gereja yang baru.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: "&lt;b&gt;Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?&lt;/b&gt;" &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Jawab Petrus kepada mereka: "&lt;b&gt;Bertobatlah &lt;/b&gt;dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu &lt;b&gt;dibaptis &lt;/b&gt;dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima &lt;b&gt;karunia Roh Kudus&lt;/b&gt;. Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita." (Kis. 2:37-39)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Suatu pertanyaan yang polos dan langsung yang harus kita tanyakan kediri kita sendiri juga.  Apakah kita sudah melakukan yang seharusnya kita perbuat?  Lebih dari sekedar hati percaya dan mulut mengaku, tapi sebuah proses kelahiran baru (II Kor. 5:17) yang sebenarnya.  Kemustahilan yang dimungkinkan karena korbanNya di golgota.  Kemustahilan yang Nikodemus pertanyakan (Yoh. 3). Petrus dengan ilham Roh Kudus mengatakan ada 3 elemen yang mewarnai "pertemuan pertama" kita di era yang baru.  Era yang terjadi setelah kebangkitan Kristus, setelah turunnya Roh Kudus.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Pertobatan&lt;/b&gt;. Pertobatan yang benar akan membawa kepada kekristenan yang benar.  Seringkali pertobatan kita hanyalah pertobatan yang tipis, tidak dalam.  Tidak ada seorang pun yang tidak BERUBAH ketika bertemu dengan Pribadi yang luar biasa ini.  "&lt;i&gt;Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. &lt;b&gt;Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;" (Mat. 13:45-46).  Pertobatan sejati terlihat dari seberapa kita berbalik dan menyerahkan diri kepadaNya.  Harus TOTAL dan MENYELURUH. Diluar itu bukan pertobatan.  Itu hanya ketertarikan kepada PribadiNya.  Karena tidak bisa dipungkiri, Yesus adalah pribadi yang sangat menarik.  Sejarah sudah menulis dan membuktikan.  Tapi bukan ketertarikan yang di inginkan. penyerahan sepenuhnya yang disyaratkan. Betulkah kita sudah sungguh-sungguh bertobat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Baptisan.  &lt;/b&gt;Baptisan seringkali hanya menjadi suatu hal yang seremonial dan tidak berarti banyak dalam perjalanan mengikut Dia.  Padahal baptisan selalu menyertai setiap pertobatan yang ditulis di Alkitab.  "&lt;i&gt;Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya? Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.&lt;/i&gt;" (Rom.6:3-4).  Ketika kita dibaptis, maka yang terjadi adalah terjadi "kematian" di alam yang tidak kelihatan (baca: alam roh). Jadi bukan sekedar simbol seperti kepercayaan selama ini. Tapi benar-benar kita secara deklarasi mati.  Adam yang lama mati, Adam yang baru MENGGANTIKANnya.  Lahirlah ciptaan yang baru. Luar biasa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Roh Kudus&lt;/b&gt;. Setiap pertobatan selalu disertai dengan manifestasi pekerjaan Roh Kudus dalam kehidupan kita. Tidak akan ada kehidupan baru tanpa Roh Kudus. Tidak ada juga pengenalan tanpa Roh Kudus. "&lt;i&gt;T&lt;/i&gt;&lt;i&gt;etapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang&lt;/i&gt;" (Yoh. 16:13).  Jadi bagaimana mungkin mengikut Dia tanpa Roh Kudus? Mengenal Roh Kudus adalah bagian dari proses kelahiran baru. "&lt;i&gt;Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. &lt;/i&gt;" (&lt;i&gt;Yoh. 3:5&lt;/i&gt;)&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Berita yang salah tentang keselamatan sejati, proses kelahiran baru yang benar, hanya akan membawa kepada kekristenan yang lemah dan sakit-sakitan. Tapi pertobatan, baptisan yang benar, dan kehadiran Roh Kudus akan membawa kepada iman yang kokoh dan pengenalan yang dalam. (yhs)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8459656-896907765570818894?l=hannysetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hannysetiawan.blogspot.com/feeds/896907765570818894/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hannysetiawan.blogspot.com/2009/11/pertemuan-pertama.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8459656/posts/default/896907765570818894'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8459656/posts/default/896907765570818894'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hannysetiawan.blogspot.com/2009/11/pertemuan-pertama.html' title='Pertemuan Pertama'/><author><name>hannysetiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01154673144648022421</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_LfKdIxRLNww/Sot5WOLuHYI/AAAAAAAAAAM/4r9kAWExRvY/S220/collage6.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8459656.post-1187606162225975132</id><published>2009-11-20T15:02:00.002+07:00</published><updated>2009-11-20T15:30:46.501+07:00</updated><title type='text'>Realitas yang Tertinggi</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Bagi para pencari Tuhan, yang disebut "tuhan" adalah &lt;b&gt;realitas yang tertinggi&lt;/b&gt;. Tidak perduli apa, siapa, atau bagaimana tapi yang jelas setiap kebudayaan ataupun pribadi memiliki "realitas yang tertinggi" yang dipercaya.  Bahkan seorang yang percaya tidak ada sosok "tuhan" juga sebenarnya memiliki "realitas yang tertinggi."  Dalam hal orang-orang atheis ini, realitas tertinggi adalah diri mereka sendiri.  Mereka adalah "tuhan" bagi diri mereka sendiri.  Jadi, sebenarnya ada banyak tuhan-tuhan di luar sana yang setiap kita pasti dengan sadar ataupun tidak sadar akhirnya memilih.  Menjadi menarik untuk dipikirkan lebih lanjut, siapa yang sebenarnya menjadi tuhan kita selama ini.  Dengan kata lain kita menjadi hamba siapa?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Realitas yang tertinggi ini yang pada akhirnya mendefinisikan 3 hal penting dalam kehidupan kita, yaitu: pusat, standard, dan tujuan.  Ketika Yesus menantang orang-orang dengan mengatakan "&lt;i&gt;Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.&lt;/i&gt;" (Mat. 6:24, Luk. 16:13), maka Dia sedang memastikan siapa yang menjadi pusat, standar, dan tujuan kehidupan kita.  Ketika mamon menjadi pusat, standar, dan tujuan kita maka mamonlah tuhan kita.  Meskipun kita beragama kristen, suka bergereja, suka melayani, tetapi yang menentukan siapakah tuhan kita yang sebenarnya adalah apa yang menjadi realitas tertinggi kita.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Mari kita perhatikan apa yang Paulus katakan kepada jemaat di Kolose:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;"&lt;b&gt;Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan&lt;/b&gt;, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan..Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga &lt;b&gt;Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu&lt;/b&gt;. " (Kol. 1:15. 1:18)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Yesuslah realitas tertinggi kita.  Dialah pusat kehidupan kita, standar perilaku sehari-hari, dan Dialah tujuan kita ada.  Sebab itu, penting kita mulai melihat apa yang sehari-hari menjadi pusat perhatian kita. Ketika setiap hari kita berfikir untuk memajukan bisnis kita, jangan-jangan mamon adalah tuhan kita.  Ketika setiap hari pelayanan yang memenuhi hidup kita, jangan-jangan gereja yang menjadi tuhan kita.  Ketika setiap hari kita hanya berfikir keluarga dan anak kita, jangan-jangan keluarga menjadi tuhan kita.  Yesus adalah Tuhan, realitas tertinggi kita.  Melebihi segalanya. Apakah itu sudah terjadi?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;"Tetapi &lt;b&gt;bertumbuhlah &lt;/b&gt;dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan &lt;b&gt;Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.&lt;/b&gt; Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya" (II Pet. 3:18)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;(yhs)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8459656-1187606162225975132?l=hannysetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hannysetiawan.blogspot.com/feeds/1187606162225975132/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hannysetiawan.blogspot.com/2009/11/realitas-yang-tertinggi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8459656/posts/default/1187606162225975132'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8459656/posts/default/1187606162225975132'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hannysetiawan.blogspot.com/2009/11/realitas-yang-tertinggi.html' title='Realitas yang Tertinggi'/><author><name>hannysetiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01154673144648022421</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_LfKdIxRLNww/Sot5WOLuHYI/AAAAAAAAAAM/4r9kAWExRvY/S220/collage6.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8459656.post-9198137177490601380</id><published>2009-11-18T20:28:00.005+07:00</published><updated>2009-11-18T21:01:55.275+07:00</updated><title type='text'>Cerita Tuhan</title><content type='html'>&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Ketika kita berfikir bahwa kita hidup hanya kebetulan, dan setelah itu berakhir, maka kita kehilangan arti yang paling dalam dari KEHIDUPAN. Kehidupan bukan sekedar berjuang untuk mendapatkan makan, minum, dan tempat tinggal. Artinya kita hidup hanya untuk bertahan hidup. Tidak ada arti lebihnya. Betapa sia-sianya semua yang kita lakukan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Tidak ada ubahnya dengan binatang. Pengkotbah mengatakan:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Karena nasib manusia adalah sama dengan nasib binatang, nasib yang sama menimpa mereka; sebagaimana yang satu mati, demikian juga yang lain. Kedua-duanya mempunyai nafas yang sama, dan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;manusia tak mempunyai kelebihan atas binatang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;, karena segala sesuatu adalah sia-sia &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;(Pkh. 3:19)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Lalu apa artinya semuanya ini? Mengapa kita hidup?  Mengapa harus ada Tuhan yang mengatur semuanya? Mengapa kita harus menurut Dia? Mengapa Dia begitu semena-mena dengan aturan-aturanNya yang kadang terkesan kejam dan tidak punya hati? Deretan pertanyaan-pertanyaan yang bisa bertambah panjang lagi tentunya.  Pertanyaan-pertanyaan yang memperlihatkan bahwa kita memang sudah terlalu jauh dari Dia. Kita sudah "amnesia" (baca: lupa ingatan) akan jati diri kita.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Begitu lupanya kita, sehingga Dia mencari kita "dimanakah engkau?" &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Di manakah engkau?"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;(Kej 3:9)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Pertanyaan yang sangat penting untuk kita renungkan sekarang ini.  Sedang ada dimanakah kita sekarang? Apakah kita semakin mendekati, semakin mengerti, semakin tahu siapa Tuhan kita? Ataukah kita sibuk "bertahan hidup" disekolah-sekolah, kampus-kampus, tempat kerja, gereja-gereja, atau apa saja demi mengisi kehidupan?  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Kita tidak sedang sekedar mampir di bumi ini.  Ada tujuan Ilahi yang harus kita penuhi, sehingga kehidupan berarti.  Tuhan mencari kita untuk kembali kepada panggilan hidup kita yang sebenarnya.  Panggilan untuk melanjutkan sebuah cerita besar.  Cerita Tuhan!  Kita hidup dalam sebuah cerita yang bersambung.  Perhatikan kata-kata Musa berikut:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Lagi Ia berfirman: "&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Akulah Allah ayahmu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub." Lalu Musa menutupi mukanya, sebab ia takut memandang Allah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; (Kel. 3:6)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Allah Musa, adalah Allah Abraham, Ishak, Yakub.  Tidak ganti-ganti.  Dia tetap Allah yang sama di Firdaus dan yang memulai sejarah dan terus memproses sejarah, dan akan menyelesaikan pekerjaan tanganNya (Fil. 1:6). "&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; (Ibr. 13:8)  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Bagian kita adalah menjalankan peran kita di ceritaNya.  Dialah alfabet kita (Alpha dan Omega, Why 1:8, 21:6, 22:13), yang membentuk kata-kata, paragraf, bab demi bab dari kehidupan kita.  Dimanakah kita? Apakah masih dalam ceritaNya atau sudah diluar cerita? Dia tetap Allah yang sama.  Mari kita lanjutkan sejarah dengan mulai membuat sejarah yang menjadi bagian kita (yhs)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8459656-9198137177490601380?l=hannysetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hannysetiawan.blogspot.com/feeds/9198137177490601380/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hannysetiawan.blogspot.com/2009/11/ketika-kita-berfikir-bahwa-kita-hidup.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8459656/posts/default/9198137177490601380'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8459656/posts/default/9198137177490601380'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hannysetiawan.blogspot.com/2009/11/ketika-kita-berfikir-bahwa-kita-hidup.html' title='Cerita Tuhan'/><author><name>hannysetiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01154673144648022421</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_LfKdIxRLNww/Sot5WOLuHYI/AAAAAAAAAAM/4r9kAWExRvY/S220/collage6.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8459656.post-7334495627927996725</id><published>2009-11-17T21:49:00.003+07:00</published><updated>2009-11-18T21:00:49.917+07:00</updated><title type='text'>Seperti di Eden</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Sebab beginilah firman TUHAN kepada kaum Israel: "&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Carilah Aku, maka kamu akan hidup&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;! &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Janganlah kamu mencari Betel&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;, janganlah pergi ke &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Gilgal &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;dan janganlah menyeberang ke &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Bersyeba&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;, sebab Gilgal pasti masuk ke dalam pembuangan dan Betel akan lenyap." &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Carilah TUHAN, maka kamu akan hidup, supaya jangan Ia memasuki keturunan Yusuf bagaikan api, yang memakannya habis dengan tidak ada yang memadamkan bagi Betel. (Amos. 5:4-6)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Pada mulanya Tuhan dan manusia bisa berkomunikasi dengan mudah, dan intim.  Tetapi kemudian, dosa membuat semuanya berbeda.  Ritual-ritual mulai mezbah batu, kemah suci, bait suci Salomo, sistem-sistem keimamatan, keagamaan, yang dalam dunia modern sekarang menjadi liturgi, program gereja, aturan-aturan sinode, dan lain sebagainya berusaha menjembatani komunikasi kita dengan Dia.  Tapi akibatnya malah membuat kita semakin jauh dari Dia dan semakin tidak mengenaliNya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Apa yang dikatakan Amos sangat tepat sasaran. Cari TUHAN, kita akan HIDUP!  Jangan kita terperosok dengan tanda-tanda dan banyak hal lain yang bukan Tuhan.  Dengan gampang, karena sifat dari dosa, kita mempolakan dan menuhankan apa yang seharusnya cuma aksesoris Tuhan.  Kita harus bisa menerobos semua aksesoris-aksesoris dan mendapati esensiNya yang terdalam.  Yaitu PribadiNya.   &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Kita jangan terperosok dengan Betel, Gilgal, maupun Bersyeba yang hanya merupakan aksesoris.  Memang di Betel ada rumahNya, memang di Gilgal ada perjanjianNya, di Bersyeba ada berkatNya, tapi semua itu cuma aksesoris bukan Tuhan itu sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Ketika kita berhasil melepas semuanya dan hanya mendengar apa yang dikatakanNya, maka kita mulai merasakan dan mengalami Eden.  Ditaman hati kita Dia mulai memanggil nama kita, bercengkerama, berkomunikasi, bergaul.  Betapa menyenangkan. Kita kembali menjadi sahabatNya seperti dulu Adam di Eden.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku. (Yoh. 15:15)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;(yhs)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8459656-7334495627927996725?l=hannysetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hannysetiawan.blogspot.com/feeds/7334495627927996725/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hannysetiawan.blogspot.com/2009/11/seperti-di-eden.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8459656/posts/default/7334495627927996725'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8459656/posts/default/7334495627927996725'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hannysetiawan.blogspot.com/2009/11/seperti-di-eden.html' title='Seperti di Eden'/><author><name>hannysetiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01154673144648022421</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_LfKdIxRLNww/Sot5WOLuHYI/AAAAAAAAAAM/4r9kAWExRvY/S220/collage6.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8459656.post-3444055491675749206</id><published>2009-11-04T12:36:00.000+07:00</published><updated>2009-11-07T13:16:24.622+07:00</updated><title type='text'>Pusat Hubungan</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Mencari Tuhan membuat kita mengerti, mengenalNya.  Semakin mengerti hatiNya. Sebab itulah Firman Tuhan berisi banyak tentang HATI.  Karena rupa-rupanya itulah kunci terjadinya sebuh hubungan yang baru.  Dengan kata lain, hati adalah pusat hubungan.   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;Kamu akan Kuberikan &lt;b&gt;hati yang baru&lt;/b&gt;, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat.....&lt;b&gt;Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.&lt;/b&gt;....Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi &lt;b&gt;TUHAN melihat hati.&lt;/b&gt; &lt;/i&gt;(Yeh. 36:26, Ams. 4:23, I Sam. 16:7b )&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Tidak akan ada pernah kita paham hatiNya apabila kita tidak memiliki hati siap untuk menerima TRANSFER atau impartasi hatiNya.  Kita tidak bisa tergerak dengan apa yang menggerakkan hatinya. Hati kita keras dan tegar tengkuk.  &lt;i&gt;Hai orang-orang yang keras kepala dan yang tidak bersunat hati dan telinga, kamu selalu menentang Roh Kudus, sama seperti nenek moyangmu, demikian juga kamu&lt;/i&gt;.  (Kis. 7:51).  Hati seperti apa yang siap?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: small; "&gt;&lt;b&gt;Hati yg Remuk&lt;/b&gt;.  "&lt;i&gt;TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya. &lt;/i&gt;(Maz. 34:18). Hati semacam ini adalah hati yang sudah dalam penyerahan total. Orang-orang yang sudah DIPATAHKAN. Seringkali kita adalah orang-orang yang sangat sombong dengan apa yang kita ada sehingga Tuhan semakin jauh. Semakin kita dihancurkan Tuhan, semakin kita mendapatkan Tuhan. &lt;i&gt;Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya. &lt;/i&gt;(Luk. 9:24).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Hati yg Mengampuni&lt;/b&gt;.  &lt;i&gt;Tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu. (Mat. 5:24).   Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga.  Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni (Mat. 6:14-15)  &lt;/i&gt;Hubungan terjalin karena adanya pengampunan. Kepahitan adalah senjata yang paling disukai si jahat untuk menghancurkan hati orang percaya. Akibat langsung dari dosa di eden adalah anggota keluarga yang saling menyalahkan. Dan benih kepahitan itu dibuahi sampai terjadinya pembunuhan. Betapa luar biasanya benih kebencian itu. Yang dilakukan si jahat tidak banyak. Hanya menabur benih kecil. Benih kebencian. Dan itu bisa merusak rencana yang indah. Cara mencabutnya adalah mengampuni. Hanya pengampunan yang akan menetralkan hati kita kembali.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Saya berdoa biar kita adalah orang-orang yang memiliki hati yang tulus. Putih. Bersih. Hanya ada 1 disana.  YESUS.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;i&gt;Perisai bagiku adalah Allah, yang menyelamatkan orang-orang yang tulus hati; (Maz. 7:10)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: small; "&gt; (yhs)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8459656-3444055491675749206?l=hannysetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hannysetiawan.blogspot.com/feeds/3444055491675749206/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hannysetiawan.blogspot.com/2009/11/pusat-hubungan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8459656/posts/default/3444055491675749206'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8459656/posts/default/3444055491675749206'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hannysetiawan.blogspot.com/2009/11/pusat-hubungan.html' title='Pusat Hubungan'/><author><name>hannysetiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01154673144648022421</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_LfKdIxRLNww/Sot5WOLuHYI/AAAAAAAAAAM/4r9kAWExRvY/S220/collage6.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8459656.post-8800755602643271321</id><published>2009-11-03T23:29:00.000+07:00</published><updated>2009-11-06T23:54:14.548+07:00</updated><title type='text'>Kebenaran yang Terungkap</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Tidak mungkin dan mustahil! Itu kesimpulan sederhana saya dalam perjalanan mencari Dia. Yang ditemukan adalah betapa kecilnya saya ini dan betapa hebatnya Tuhan itu. Semakin jauh, semakin dalam, semakin naik, semakin menyadari betapa tidak mungkin dan mustahilnya untuk MENGENAL Tuhan. Tidak heran Paulus yang besar itu pun hanya bisa berkata:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Yang kukehendaki ialah&lt;/b&gt; &lt;b&gt;mengenal Dia&lt;/b&gt; dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya &lt;/i&gt;(Fil. 3:10)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Dia bukan orang yang baru ketika menulis ayat itu, tetapi Dia menyatakan bahwa Allah itu masih perlu dimengerti dan sangat misteri. Karena memang demikianlah keadaan yang sebenarnya.  TIDAK MUNGKIN dan MUSTAHIL manusia mengenalNya tanpa Dia membuka dirinya.  Ketika kita menyambut kasih karuniaNya dan mulai masuk dalam perjalanan mengenalNya melalui Yesus.  Mulailah ketidakmungkinan dan kemustahilan itu dipangkas selangkah demi selangkah. Dan itu adalah perjalanan yang cukup panjang.  12 rasul hidup bersama Yesus 3.5 tahun tapi ternyata setelah itu mereka masih perlu Roh Kudus untuk mengajar lagi siapa Yesus itu.  Petrus tidak akan pernah menyangka suatu kali dia akan makan-makanan haram. Tapi dia mulai mengerti bahwa Tuhannya adalah Tuhan untuk segala bangsa.  Jadi ada kebenaran-kebenaran yang terus terungkap (&lt;i&gt;progressive &lt;/i&gt;&lt;i&gt;truth&lt;/i&gt;) (Kis 10).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Perjalanan mencari kebenaran inilah pada hakekatnya adalah perjalanan mencari Tuhan.  Setiap kebenaran yang benar-benar adalah kebenaran absolut dan mutlah yang kita temukan, hidupi, dan yakini inilah yang memerdekakan kita (Yoh. 8:32). Sehingga pada akhirnya ketiak kita mengenalNya sepenuhnya, maka seluruh kebenaranNya itu menjadi bagian hidup kita.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;"Dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."&lt;/i&gt; (yoh. 8:32)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small; "&gt;(yhs)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8459656-8800755602643271321?l=hannysetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hannysetiawan.blogspot.com/feeds/8800755602643271321/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hannysetiawan.blogspot.com/2009/11/kebenaran-yang-terungkap.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8459656/posts/default/8800755602643271321'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8459656/posts/default/8800755602643271321'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hannysetiawan.blogspot.com/2009/11/kebenaran-yang-terungkap.html' title='Kebenaran yang Terungkap'/><author><name>hannysetiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01154673144648022421</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_LfKdIxRLNww/Sot5WOLuHYI/AAAAAAAAAAM/4r9kAWExRvY/S220/collage6.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8459656.post-9017273866997641568</id><published>2009-11-02T23:33:00.001+07:00</published><updated>2009-11-04T23:59:49.643+07:00</updated><title type='text'>Kesempatan Istimewa</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Keduabelas rasul memiliki kesempatan istimewa untuk bergaul, bercakap-cakap, dan bahkan hidup bersama Yesus, Allah yang menjadi manusia. Sebuah hak yang khusus diberikan kepada "the twelve" ini sehingga dalam waktu 3.5 tahun mereka bertumbuh dengan sangat cepat dari penjala ikan menjadi penjala manusia dan duta-duta kerajaan yang handal. Dalam perjanjian lama 2 tokoh yang terkenal begitu dekat dengan Allah Elohim adalah Henokh dan Musa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;i&gt;Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah selama tiga ratus tahun lagi, setelah ia memperanakkan Metusalah, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan. (Kej. 5:22)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;i&gt;Apabila Musa masuk ke dalam kemah itu, turunlah tiang awan dan berhenti di pintu kemah dan berbicaralah TUHAN dengan Musa di sana. (Kel. 33:9)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Lalu bagaimana dengan kita apakah kita masih memiliki kesempatan yang istimewa untuk bisa bergaul dengan Dia, dan berbicara kepadaNya?  Jawabanya adalah iya dan bahkan kita memiliki apa yang Musa tidak miliki.  Bahkan kedua belas rasul pun tidak memilikinya.  ROH KUDUS.  Sang pribadi inilah yang sekarang bahkan tinggal di dalam kita (I Kor. 3:16, 6:19).  Luar biasa bukan? Bukan saja kita kita bisa bergaul denganNya.  Kita adalah tempat kediamanNya. Jadi sekarang Dia lebih dekat dari jaman PL maupun jaman rasul-rasul.  Hari pentakosta mengubah semuanya.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;i&gt;Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh.&lt;/i&gt; (Ef. 2:22)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Mendengar suara Roh Kudus dan bercakap-cakap dengan Dia, konsekuensinya, menjadi hal yang sangat penting dalam pencarian kita. Kita berfikir hanya nabi-nabi, atau orang-orang besar yang bisa mendengar suaraNya.  Tapi seharusnya setiap orang percaya memiliki hak istimewa ini. Kemampuan untuk berhubungan dengan Allah yang besar, mengenali pribadi AnakNya melalui Roh Kudus.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Pelayanan yang memimpin kepada kematian terukir dengan huruf pada loh-loh batu. Namun demikian kemuliaan Allah menyertainya waktu ia diberikan. Sebab sekalipun pudar juga, cahaya muka Musa begitu cemerlang, sehingga mata orang-orang Israel tidak tahan menatapnya. Jika pelayanan itu datang dengan kemuliaan yang demikian betapa lebih besarnya lagi kemuliaan yang menyertai pelayanan Roh (II Kor. 3:7-8)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Setiap hari kita harus memperlakukan Roh Kudus selayaknya rasul-rasul memperlakukan Yesus. Bercakap-cakap dan menuruti apa pun permintaanNya.  Karena Roh Kudus tidak kelihatan seringkali kita mengalami kesulitan untuk memperlakukanNya sebagai seoarang pribadi. Sebab itu ada Firman Tuhan tertulis yang menjadi panduan kita untuk mengenali suaraNya. Roh Kudus tidak akan berkata-kata diluar FirmanNya. FirmanNya tidak akan berarti banyak tanpa pewahyuan Roh Kudus.  Jadi Firman tertulis dan Roh Kudus itulah hak istimewa kita, orang percaya modern, supaya bisa mengenali pribadiNya. Akankah kita memperlakukan Roh Kudus berbeda sejak sekarang? Akankah kita haus dan lapar akan kebenaran FirmanNya? Karena itulah kunci pencarian kita. (yhs)&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8459656-9017273866997641568?l=hannysetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hannysetiawan.blogspot.com/feeds/9017273866997641568/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hannysetiawan.blogspot.com/2009/11/keduabelas-rasul-memiliki-kesempatan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8459656/posts/default/9017273866997641568'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8459656/posts/default/9017273866997641568'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hannysetiawan.blogspot.com/2009/11/keduabelas-rasul-memiliki-kesempatan.html' title='Kesempatan Istimewa'/><author><name>hannysetiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01154673144648022421</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_LfKdIxRLNww/Sot5WOLuHYI/AAAAAAAAAAM/4r9kAWExRvY/S220/collage6.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8459656.post-8952483990166748690</id><published>2009-11-01T23:03:00.001+07:00</published><updated>2009-11-03T23:43:38.624+07:00</updated><title type='text'>Kurikulum Yesus</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Yesus adalah pusat pencarian kita. Segala usaha untuk menemukan rahasia Allah yang Elohim, yang tri tunggal itu adalah melalui pribadiNya. Dialah penggenapan dari janji dari segala janji setelah terjadinya tragedi di eden.  "&lt;i&gt;Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.&lt;/i&gt;" (Kej. 3:15).  Kebenaran ini sangat mengusik roh saya hari-hari ini. Kenapa kita terlalu bising, sibuk, dan rumit dengan berbagai macam cara yang sangal ritual tapi tidak pernah bisa mengerti Yesus?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Setelah melewati masa perenungan, Roh Kudus mengingatkan saya untuk kembali ke dasar dan awal bagaimana Yesus mengajar 12 rasul yang pertama. Tidak ada sekolah teologi, kelompok sel, sekolah orientasi melayani, pemahaman alkitab, apapun namanya yang bisa lebih baik dari apa yang Yesus lakukan. Dan yang lebih indah adalah, Yesus dan ke-12 muridNya adalah gambaran gereja yang utuh. Tidak lebih dan tidak kurang. Tidak ada paduan suara, tidak ada tim pujian, tidak ada majelis, dan tetek bengek yang lain. Hanya Yesus dan mereka. Sebuah esensi yang merupakan mutiara yang harus kita kembalikan dalam kehidupan kita "bergereja" di jaman modern ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Secara sederhana saya melihat ada 4 hal penting yang Yesus lakukan dalam mengajar, mendidik, dan melatih murid-murid.  Sehingga mereka mengenalNya dan melakukan kehendakNya. Dengan kata lain, saya coba mengerti kurikulum Yesus yang bisa kita tiru dan adopsi di jaman modern ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;1. &lt;b&gt;Yesus memanggil mereka&lt;/b&gt;. &lt;i&gt;"Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia."&lt;/i&gt; (Mat. 4:19, Mrk. 1:17). Sederhana sekali. Tapi konsekuensi dari MENGIKUT YESUS adalah meninggalkan semua. Perhatikan beberapa ayat berikut:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt; &lt;i&gt;Lalu merekapun segera &lt;b&gt;meninggalkan jalanya&lt;/b&gt; dan mengikuti Dia&lt;/i&gt;. (Mat. 4:20)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="  ;font-family:verdana;font-size:small;"&gt;&lt;i&gt;Yesus segera memanggil mereka dan mereka &lt;b&gt;meninggalkan ayahnya&lt;/b&gt;, Zebedeus, di dalam perahu bersama orang-orang upahannya lalu mengikuti Dia.&lt;/i&gt;  (Mrk. 1:20)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="  ;font-family:verdana;font-size:small;"&gt;&lt;i&gt;Dan sesudah mereka menghela perahu-perahunya ke darat, merekapun &lt;b&gt;meninggalkan segala sesuatu,&lt;/b&gt; lalu mengikut Yesus. &lt;/i&gt;(Luk. 5:11)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Tahap pertama ini seringkali menjadi problem besar karena kita berusaha mengerti Yesus sementara kita masih banyak "YANG LAIN" dalam hidup kita.  Di jaman ini begitu kita mengikut seorang guru kita harus meninggalkan SEMUA dan mengikut kemana dia pergi.  Kekristenan modern menjadi mati karena mengajarkan yang baru tanpa mengosongkan yang lama. Setahap demi setahap kita harus semakin lepas dari ikatan BIOS (kehidupan dunia) dan mulai hidup dalam ZOE (Kehidupan yang kekal)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;2. &lt;b&gt;Mereka TINGGAL bersama Yesus&lt;/b&gt;. 24X7 jam selalu bersama. Mereka benar-benar mengerti arti berbagi hidup bersama.  Selama tinggal bersama itu memang ada saat mengajar, membuat event-event, melakukan mujizat, melatih secara "outbound" dengan mengutus berdua-dua.   Hampir sama dengan yang gereja modern lakukan.  Pendidikan, pelatihan, pengutusan, dsb. Tapi bedanya adalah mereka lakukan semua itu dalam konteks bersama YESUS.  Dalam konteks sekarang, karena Yesus sudah tidak ada bersama dengan kita. Maka Dia meninggalkan dua hal yang luar biasa.  Yang pertama adala ALKITAB (Yoh. 1, 8).  Dan yang kedua adalah ROH KUDUS (Yoh. 14. 16).  Jadi selama 24 jam dan 7 hari kita harus BERSAMA ROH KUDUS dan menghidupi nilai-nilai FIRMAN.  Ini yang membikin kita gagal mengerti Yesus, karena kita tidak mengerti FirmanNya.  Kita tidak pernah bercakap-cakap dengan Roh Kudus.  Murid-murid melakukan semua karena Yesus mengatakannya.  Mereka mendengar, melihat, dan mengalami semua peristiwa bersama Yesus.  Sekarang kita pun bisa melakukannya melalui Roh Kudus dan FirmanNya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;3.  &lt;b&gt;Mereka selalu hidup dalam KOMUNI&lt;/b&gt;&lt;b&gt;TAS&lt;/b&gt;. Kita tidak bisa mengerti TUHAN tanpa hidup dalam komunitas.  Mengikut Yesus tidak berarti kita masuk gua dan bertapa kemudian keluar dari pertapaan menjadi orang-orang sakti.  Sebab itulah dalam Alkitab kata SALING itu sangat sering disebutkan. Semua surat Paulus rata-rata berisi tentang kehidupan berkomunitas. I Yoh. 4:7 "&lt;i&gt;Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah.&lt;/i&gt; "&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;4. &lt;b&gt;Yesus Mengutus&lt;/b&gt;.  "&lt;i&gt;Maka Yesus memanggil kedua belas murid-Nya, lalu memberikan tenaga dan kuasa kepada mereka untuk menguasai setan-setan dan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit. &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;i&gt;Dan Ia mengutus mereka untuk memberitakan Kerajaan Allah dan untuk menyembuhkan orang &lt;/i&gt;(Luk. 9:1-2).  Kita tidak pernah bisa mengerti isi hati TUhan tanpa pernah PERGI dan melakukan kehendakNya dan menyelesaikan rencanaNya.  Kita terlalu banyak mendengar Firman tanpa pernah pergi dan melakukannya. Itulah sebabnya Yakobus mengatakan iman tanpa perbuatan itu mati. (yhs)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8459656-8952483990166748690?l=hannysetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hannysetiawan.blogspot.com/feeds/8952483990166748690/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hannysetiawan.blogspot.com/2009/11/kurikulum-yesus.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8459656/posts/default/8952483990166748690'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8459656/posts/default/8952483990166748690'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hannysetiawan.blogspot.com/2009/11/kurikulum-yesus.html' title='Kurikulum Yesus'/><author><name>hannysetiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01154673144648022421</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_LfKdIxRLNww/Sot5WOLuHYI/AAAAAAAAAAM/4r9kAWExRvY/S220/collage6.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8459656.post-4848441307365921645</id><published>2009-10-31T21:55:00.001+07:00</published><updated>2009-11-02T00:13:57.449+07:00</updated><title type='text'>Mata yang Menuntun</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Beginilah firman TUHAN: "Janganlah orang bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya, janganlah orang kuat bermegah karena kekuatannya, janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya, &lt;b&gt;tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku&lt;/b&gt;, bahwa Akulah TUHAN yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi; sungguh, semuanya itu Kusukai, demikianlah firman TUHAN."  (Yer. 9:23-24)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Kerinduan Tuhan adala orang-orang yang MEMAHAMI dan MENGENAL Dia.  Mengerti isi hatiNya adalah hal utama yang menjadi esensi pencarian kita.  Bagaimana caranya? Mari kita belajar dari kitab yang terpanjang di alkitab yaitu kitab Mazmur. Hampir semua isinya adalah curahan hati antara pemazmur dan penciptanya.  Suatu hubungan yang sempurna. Tidak ada kebohongan.  Tidak ada batasan.  Yang ada hanya keterbukaan.  Ketika takut katakan takut. Ketika senang katakan senang.  Ketika kecewa katakan kecewa.  Ketika iri katakan iri. Keterbukaan yang luar biasa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;Waktu aku takut, aku ini percaya kepada-Mu; (Maz. 56:3)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Hubungan semacan inilah yang membuat kita bisa memahami dan dan mengenali isi hatiNya.  Inilah yang disebut keintiman. Inilah sebabnya kita diminta untuk mencari wajahNya.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;Hatiku mengikuti firman-Mu: "&lt;b&gt;Carilah wajah-Ku&lt;/b&gt;"; maka wajah-Mu kucari, ya TUHAN.(Maz. 27:8)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;WajahNya berbicara tentang kedekatan.  Dimana Dia mau menuntun dengan mata IlahiNya.&lt;i&gt;  &lt;/i&gt;Betapa sering kita tidak mengerti Dia karena kita terlalu jauh dari Dia. Banyak hal yang membuat kita jauh dariNya.  Fokus hidup kita salah.  Mari kita perhatikan ayat-ayat berikut:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh; Aku hendak memberi nasihat, &lt;b&gt;mata-Ku tertuju kepadamu&lt;/b&gt;....Sesungguhnya, &lt;b&gt;mata TUHAN tertuju kepada mereka yang takut akan Dia&lt;/b&gt;, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya...&lt;b&gt;Mata TUHAN tertuju kepada orang-orang benar&lt;/b&gt;, dan telinga-Nya kepada teriak mereka minta tolong (Maz. 32:8; 33:18; 34:15)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Dengan mataNya Dia mau menuntun orang-orang yang TAKUT akan Dia, dan orang-orang BENAR. Kedua jenis orang inilah yang bisa mengerti isi hatiNya.  Paham dan mengenaliNya. Biarlah kita menjadi orang-orang yang dituntun mata Tuhan.  Menjadi takut akan Dia dan hidup selalu dalam kebenaran. (yhs)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8459656-4848441307365921645?l=hannysetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hannysetiawan.blogspot.com/feeds/4848441307365921645/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hannysetiawan.blogspot.com/2009/10/mata-yang-menuntun.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8459656/posts/default/4848441307365921645'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8459656/posts/default/4848441307365921645'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hannysetiawan.blogspot.com/2009/10/mata-yang-menuntun.html' title='Mata yang Menuntun'/><author><name>hannysetiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01154673144648022421</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_LfKdIxRLNww/Sot5WOLuHYI/AAAAAAAAAAM/4r9kAWExRvY/S220/collage6.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8459656.post-21560958312107915</id><published>2009-10-30T09:14:00.000+07:00</published><updated>2009-11-01T00:30:21.024+07:00</updated><title type='text'>Ternyata Ada Yang Lain</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Pertempuran antara benar dan salah merupakan pertempuran yang sudah berumur ribuan tahun.  Sejak buah pengetahuan baik dan jahat itu dimakan, manusia sudah kehilangan hak istimewa untuk tidak mengetahui yang jahat.  Artinya keadaan sebelom dosa adalah semuanya baik dan benar.  Menyenangkan sekali. Tetapi apa daya, kita harus melalui realitas ini.  Kita harus bertempur setiap hari, setiap hal, bahkan setiap pemikiran untuk menentukan yang benar dan salah. Bahkan ketika kita pun harus berhati-hati, jangan asal percaya dengan "yesus" karena rupa-rupanya ada Yesus yang lain.  Mengejutkan? Mungkin.  Tapi lebih gila lagi kalau jangan-jangan selama ini kita menyembah Yesus yang beda dari Yesus yang Firman Tuhan katakan.  Paulus dengan keras menegur jemaat Korintus dan mengatakan sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Sebab kamu sabar saja, jika ada seorang datang memberitakan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Yesus yang lain&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; dari pada yang telah kami beritakan, atau memberikan kepada kamu &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;roh yang lain &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;dari pada yang telah kamu terima atau &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Injil yang lain&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; dari pada yang telah kamu terima. (II Kor. 11:4)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Ada tiga hal yang patut kita garis bawahi dari ayat ini.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Berita (&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;message&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;) yang salah akan membawa kepada Yesus yang salah.  Sebab itu sangat penting kita benar-benar membaca, merenung Firman dan hidup didalamNya.  Firman itu adalah sesuatu yang hidup, tidak sekedar dipelajari dengan sistematika atau dengan alat-alat biblika. Tetapi Firman itu harus bisa menjadi daging (me-rhema) didalam kehidupan kita.  Tetapi dipihak lain, kita harus menyadari Firman Tuhan (logos) ditulis dalam bahasa dan budaya manusia.  Kita harus mempelajari apa yang Roh Kudus wahyukan kepada para penulis sesuai waktu dan jamannya sehingga secara kontekstual wahyu itu menjadi berarti dan benar.  Yang paling penting, dalam menemukan berita yang benar adalah pewahyuan.  Tanpa pewahyuan, metode yang benar tetap akan membawa kepada pesan yang salah.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Roh yang salah.  Berita yang benar tetapi ditujukan dengan motivasi yang tidak benar akan menjadi salah.  Contoh adalah orang-orang farisi.  Banyak hal yang mereka kerjakan adalah benar.  Tetapi Tuhan katakan yang penting itu adalah belas kasihan.  Bukan sekedar korban. Artinya Tuhan melihat hati.  Apa yang dilakukan jemaat Korintus adalah "super spirituality." Mereka berbahasa roh, bernubuat diluar konteks dan dengan motivasi kesombongan.  Sehingga Paulus katakan seperti gong yang gemerincing.  Tidak ada Tuhan disitu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Sikap yang salah.  Kita harus uji setiap roh.  Dan harus tegas dalam memilih kebenaran. Seringkali karena "sungkan" kita melacurkan banyak hal dalam kehidupan kita. Kebenaran kadang menyakitkan (&lt;i&gt;truth hurts&lt;/i&gt;).  Tetapi itulah bagian dari harga yang harus kita bayar dalam mencari kebenaranNya.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Sebab itu mari kita lebih dalam dan lebih berhati-hati lagi dalam memilih jalan-jalan kita.  Karena ternyata ada yesus-yesus yang lain.  (yhs)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8459656-21560958312107915?l=hannysetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hannysetiawan.blogspot.com/feeds/21560958312107915/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hannysetiawan.blogspot.com/2009/10/ternyata-ada-yang-lain.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8459656/posts/default/21560958312107915'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8459656/posts/default/21560958312107915'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hannysetiawan.blogspot.com/2009/10/ternyata-ada-yang-lain.html' title='Ternyata Ada Yang Lain'/><author><name>hannysetiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01154673144648022421</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_LfKdIxRLNww/Sot5WOLuHYI/AAAAAAAAAAM/4r9kAWExRvY/S220/collage6.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8459656.post-3942155776412111830</id><published>2009-10-29T22:30:00.004+07:00</published><updated>2009-10-29T23:06:31.015+07:00</updated><title type='text'>Tersesat di Jalan Lurus</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Ada banyak agama dan kepercayaan di dunia ini.  Masing-masing mengklaim dirinya benar.  Dan memang seharusnya orang percaya.  Kalau kita percaya sebuah kebenaran maka dengan sendirinya kita akan menolak kebenaran yang lain sebagai kebenaran.  Ketika kita percaya Yesus itu Tuhan maka dengan sendirinya kita akan mengatakan bahwa dewa, ilah atau kekuatan yang lain itu pasti bukan Tuhan.  Lalu bagaimana kita bisa menentukan yang benar dari antara kebenaran?  Karena begitu membingungkannya, maka lahirlah kebudayaan posmodernisme yang memilih untuk mengatakan berarti tidak ada kebenaran yang MUTLAK semua adalah RELATIF.  Sebuah solusi filsafat yang membuat semua golongan senang. Masing-masing bisa hidup dengan kebenerannya tanpa berusaha untuk mengusik orang lain, atau mencoba meyakinkan orang lain.  Di Alkitab ada seorang yang seperti ini, namanya adalah Pontius Pilatus.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt; Kata Pilatus kepada-Nya: "&lt;b&gt;Apakah kebenaran itu?&lt;/b&gt;"  Sesudah mengatakan demikian, keluarlah Pilatus lagi mendapatkan orang-orang Yahudi dan berkata kepada mereka: "Aku tidak mendapati kesalahan apapun pada-Nya. (Yoh. 18:38)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Orang golongan ini mencuci tangan dan berusaha "bermain aman."  Tapi sebenarnya golongan ini termasuk yang memuluskan penyaliban Tuhan.  Tidak ada daerah abu-abu.  Kita ikut Tuhan atau ikut si jahat. Mari perhatikan perkataan Yesus sendiri mengenai hal ini:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;"Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga.  Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di sorga." (Mat. 10:32-33)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Yosua yang mempunyai arti nama yang sama dengan Yesus (Jeshua) yang artinya adalah penyelamat suatu kali mengatakan perkataan yang sangat herois.  Yosua 24:15 menyatakan "&lt;i&gt;Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, &lt;b&gt;pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah&lt;/b&gt;; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!&lt;/i&gt;"   Jelas disini kita harus MEMILIH.  Ketika kita memutuskan untuk tidak memilih pun kita sudah memilih untuk tidak memilih.  Artinya kita secara otomatis termasuk yang memilih untuk tidak percaya.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Seorang mengatakan "agama" adalah seperti telunjuk yang menunjuk ke bulan.  Yang penting adalah bulannya bukan telunjukknya.  Suatu pernyataan yang benar tapi tidak sepenuhnya benar.  Karena petunjuk itu sangat penting untuk sampai kepada tujuan.  Apabila kita memilih yang salah maka kita akan tersesat.  Ironis sekali ketika kita mencari sang Khalik.  Mencari Tuhan yang maha besar itu, tapi ternyata dalam pencarian itu kita tersesat.  Bukankah kita tersesat di jalan yang lurus?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Yang menjadi masalah adalah kekuatan si jahat untuk berbohong tidak pernah di perhitungkan. Dengan cara yang licin dia membuat skenario-skenario sehingga seorang yang tulus mencari pun bisa tersesat. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan &lt;b&gt;bapa segala dusta&lt;/b&gt;.&lt;/i&gt; (Yoh. 8:44)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Sebab itu dalam pencarian kita kepada "kebenaran mutlak" itu kita harus terus terfokus kepada jalan yang benar.  Kepada petunjuk yang benar.  Kita percaya tidak ada kebenaran diluar Kristus.  Dialah Jalan, Kebenaran, dan Kehidupan (Yoh. 14:6).  Rom. 5:2 menyatakan "&lt;i&gt;Ole&lt;/i&gt;&lt;i&gt;h Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini. Di dalam kasih karunia ini kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah&lt;/i&gt;."  Yesuslah pusat dari pencarian kita.  Kita tidak akan mengerti misteri dari "Allah" tanpa melalui Dia.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;"Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, &lt;b&gt;Dialah yang menyatakan-Nya&lt;/b&gt;...Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia.&lt;/i&gt;" (Yoh. 1:18. 14:7)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;(yhs)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8459656-3942155776412111830?l=hannysetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hannysetiawan.blogspot.com/feeds/3942155776412111830/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hannysetiawan.blogspot.com/2009/10/tersesat-di-jalan-lurus.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8459656/posts/default/3942155776412111830'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8459656/posts/default/3942155776412111830'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hannysetiawan.blogspot.com/2009/10/tersesat-di-jalan-lurus.html' title='Tersesat di Jalan Lurus'/><author><name>hannysetiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01154673144648022421</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_LfKdIxRLNww/Sot5WOLuHYI/AAAAAAAAAAM/4r9kAWExRvY/S220/collage6.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8459656.post-5471476664357884752</id><published>2009-10-28T15:27:00.003+07:00</published><updated>2009-10-28T16:04:53.413+07:00</updated><title type='text'>Kegilaan Ilahi</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Begitu besar kerinduan Allah dan keinginanNya supaya kita mengenalNya.  Korban Kristus di golgota bisa saya sebut sebagai "kegilaan Ilahi" (&lt;i&gt;divine craziness&lt;/i&gt;).  Bagaimana tidak gila? Coba kita lihat beberapa fakta berikut:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Allah menjadi manusia.  Awal dari sebuah kegilaan bukan? Pencipta, sang &lt;i&gt;causa prima&lt;/i&gt;, penyebab dari segala sebab.  Awal dari segalanya.  Alfa dan Omega.  Yang terbesar dari yang terbesar. Menjadi manusia.  Yang sudah kehilangan semuanya.  Pemazmur mengatakan seperti timur dan barat itu jarak pelanggaran kita (Maz. 103:12).  Bahkan Dia sendiri sudah mengatakan karena kejahatan kita Dia menyembunyikan diri (Yes. 59:2).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Allah mati.  Ketika Yesus mati dikayu Salib.  Ada fakta yang tidak masuk akal.  Bagaimana mungkin Allah mati? Ada yang mengatakan yang mati adalah manusia Yesus bukan keilahianNya. Kalau yang mati adalah Yesus yang bukan ilahi maka sebaik apapun Yesus tidak akan bisa menggantikan kedudukan manusia.  Tapi bagaimana mungkin Allah mati? Jawabannya adalah supaya Allah "bisa mati" maka harus dalam bentuk manusia.  Sebab itu Yesus adalah manusia yang Ilahi.  Allah yang jadi manusia.  Tapi esensi dasarnya tetap sebuah kegilaan.  karena skenarionya tetap sama.  Allah "sempat mati."  Untungnya kita menyembah Allah yang tahu apa yang diperbuat.  Dia bangkit kembali dan kuasa kebangkitanNya itulah yang mengalahkan maut (I Kor. 15)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Allah tinggal dalam manusia.  Setelah naik ke Surga.  Yesus memberi pesan khusus.  Jangan tinggalkan Yerusalem sebelum Roh Kudus datang.  Roh Kudus inilah yang menyatakan pribadi Yesus kepada kita (Yoh 14, 16).  Bahkan kita disebut Bait Roh Kudus (I Kor. 3:16, 6:19). Tempat tinggalnya Roh Allah sendiri? Paulus mengatakan kepada jemaat Efesus "&lt;i&gt;Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi &lt;b&gt;tempat kediaman Allah&lt;/b&gt;, di dalam Roh. "&lt;/i&gt; (Ef:22). Sekarang komplit sudah kegilaan Ilahi tersebut bukan?  Manusia membawa Allah? &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Apa artinya semuanya ini? Skenario kegilaan-kegilaan ini tujuan utamanya adalah membawa kembali umat manusia yang sudah hilang untuk kembali ke sang khalik.  Sang pencipta.  Allah yang Tritunggal itu mengerti inilah satu-satunya cara.  Bapa mengutus.  Putra mengerjakan. Roh Kudus Memperlihatkan.  Melalui rencana yang gila tersebut lahirlah sebuah ras yang baru. CIPTAAN yang BARU (II Kor. 5:17).  "&lt;i&gt;Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab &lt;b&gt;benih ilahi&lt;/b&gt; tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah."&lt;/i&gt; (I Yoh. 3:9). Sekarang ciptaan yang baru, ras yang baru ini mampu untuk MENGENALNYA.  Luar biasa.  Kalau Israel yang lama dikatakan tidak memahamiNya.  Yesaya mengatakan "Lembu mengenal pemiliknya, tetapi Israel tidak; keledai mengenal palungan yang disediakan tuannya, tetapi umat-Ku tidak memahaminya" (Yes. 1:3).  Maka Israel yang baru adalah sebuah kerajaan imam yang rajani (I Pet. 2:9, Why. 5:10). Kita sekarang adalah adalah orang-orang pilihan yang menjadi ekspresi dari Allah sendiri.  Tirai itu sudah terbelah.   Sekarang Allah bukanlah misteri yang terselubung.  Rahasia yang berabad-abad itu sudah dibuka.  Dan terima kasih untuk "Kegilaan Ilahi."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;"Sebab Ia telah menyatakan &lt;b&gt;rahasia kehendak-Nya&lt;/b&gt; kepada kita, sesuai dengan rencana kerelaan-Nya, yaitu &lt;b&gt;rencana kerelaan&lt;/b&gt; yang dari semula telah ditetapkan-Nya di dalam Kristus... dan untuk menyatakan apa isinya &lt;b&gt;tugas penyelenggaraan rahasia yang telah berabad-abad tersembun&lt;/b&gt;&lt;b&gt;yi&lt;/b&gt; dalam Allah, yang menciptakan segala sesuatu" &lt;/i&gt;(Ef. 1:9 dan 3:9)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;(yhs)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8459656-5471476664357884752?l=hannysetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hannysetiawan.blogspot.com/feeds/5471476664357884752/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hannysetiawan.blogspot.com/2009/10/kegilaan-ilahi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8459656/posts/default/5471476664357884752'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8459656/posts/default/5471476664357884752'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hannysetiawan.blogspot.com/2009/10/kegilaan-ilahi.html' title='Kegilaan Ilahi'/><author><name>hannysetiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01154673144648022421</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_LfKdIxRLNww/Sot5WOLuHYI/AAAAAAAAAAM/4r9kAWExRvY/S220/collage6.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8459656.post-8404346665833928772</id><published>2009-10-27T00:00:00.000+07:00</published><updated>2009-10-28T13:11:02.915+07:00</updated><title type='text'>Hasrat Ilahi</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Firman Tuhan banyak berisi himbauan, desakan, bahkan perintah untuk mencariNya.  Bahkan gambaran kerinduan Tuhan untuk ditemukan dan dikenali sangat jelas dalam setiap cerita dari kitab ke kitab. Puncaknya adalah Kristus sendiri yang adalah gambaran sempurna dari kepribadian Allah dinyatakan kepada kita.  Perhatikan ayat berikut: &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;i&gt;"Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan" (Kol. 2:9)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Tentunya semua ada alasannya.  Mengapa Dia begitu &lt;i&gt;berhasrat &lt;/i&gt;akan kita&lt;i&gt;.  &lt;/i&gt;Apa yang baik dari kita? Jawabannya adalah kasih tanpa syarat (&lt;i&gt;Unconditional Love&lt;/i&gt;).  Inilah yang saya sebut dengan hasrat Ilahi yang tidak terpahami oleh manusia.  I Yoh. 4:9 mengatakan &lt;i&gt;"Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita.&lt;/i&gt;"  Kita di tantang untuk mencari dan memburu hasrat sepert ini.  Semakin kita mengenaliNya semakin kita mengerti misteri dari hasrat Ilahi ini.  Bahkan sampai satu titik kita akan dipenuhi, didorong, dan sepenuhnya digerakkan oleh hasrat Ilahi ini.  Yeremia adalah seorang nabi yang luar biasa.  Selama dia melayani, dia di tolak oleh bangsa yang dia layani.  Kitab Yeremia memperlihatkan keluhan-keluhannya.  Tetapi setiap kali dia mau berhenti.   Ada sesuatu yang mendorong dia bangkit kembali.  Itulah hasrat Ilahi.  Perhatikan kata-kata Yeremia berikut ini:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;i&gt;Tetapi apabila aku berpikir: "Aku tidak mau mengingat Dia dan tidak mau mengucapkan firman lagi demi nama-Nya", maka &lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;dalam hatiku ada sesuatu yang seperti api yang menyala-nyala&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;, terkurung dalam tulang-tulangku; aku berlelah-lelah untuk menahannya, tetapi aku tidak sanggup. (Yer. 20:9)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Api yang menyala dalam hati dan terkurung dalam tulang inilah HASRAT ILAHI.&lt;i&gt; &lt;/i&gt;Sesuatu yang sangat tidak bisa dimengerti.  Tanpa parameter.  Tanpa syarat.  Bahkan dalam kitab ratapan yang terkenal. Disaat yang sangat berat dan keadaan yang sangat kacau, Yeremia masih bisa mengatakan &lt;i&gt;"Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: normal; "&gt;&lt;i&gt;selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu"&lt;/i&gt; (Rat. 3:22-23).  Luar biasa bukan?&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Hasrat inilah yang kemudian kita kenal dengan sebutan belas kasihan atau &lt;i&gt;compassion&lt;/i&gt;.  Setiap kali Yesus berbelaskasihan, saat itu juga mujizat terjadi.  Kekuatan Allah nyata dalam hasratNya.  Sebab itu, hasrat inilah kekuatan kita untuk mengerjakan tujuan Ilahi dalam hidup kita.  Tanpa memiki hasratNya kita memiliki kekuatan.  Paulus mengerti hal itu juga.  Dia menyebut hasrat Ilahi ini dengan istilah Kasih Karunia. Dia mengatakan "&lt;i&gt;Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, &lt;b&gt;aku telah bekerja lebih keras&lt;/b&gt; dari pada mereka semua;&lt;b&gt; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;" &lt;i&gt;(I Kor. 15:10).  &lt;/i&gt;Yohanes juga mengerti.  Dia menyadari Kasih yang mencintai lebih dahulu (I Yoh. 4:19), dan juga dengan indah dia menyatakan bahwa apabila kita tidak hidup dalam kasih yang semacam itu kita tidak mengenalNya.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;i&gt;Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih ( I Yoh. 4:9)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Ini semua mengerucut kepada suatu kesimpulan bahwa kita harus memiliki hasrat Ilahi tersebut. Berapa pun harganya, betapa pun sulitnya, apa pun tantangannya, kita harus meminta, mencari, mengetok pintu Kerajaan sampai kita memahami betapa panjang dan lebar dan tinggi Hasrat Ilahi (Ef. 3:18-19). (yhs)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style=" ;font-size:small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8459656-8404346665833928772?l=hannysetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hannysetiawan.blogspot.com/feeds/8404346665833928772/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hannysetiawan.blogspot.com/2009/10/hasrat-ilahi.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8459656/posts/default/8404346665833928772'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8459656/posts/default/8404346665833928772'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hannysetiawan.blogspot.com/2009/10/hasrat-ilahi.html' title='Hasrat Ilahi'/><author><name>hannysetiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01154673144648022421</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_LfKdIxRLNww/Sot5WOLuHYI/AAAAAAAAAAM/4r9kAWExRvY/S220/collage6.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8459656.post-5238944205819796993</id><published>2009-10-26T12:00:00.000+07:00</published><updated>2009-10-27T00:42:12.965+07:00</updated><title type='text'>Pada Hakekatnya</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Tingkat kepercayaan kita kepada Tuhan akan sangat mempengaruhi seberapa serius kita dalam mencariNya.  Tidak ada solusi lain.  Dialah jawabannya.  Betapa sering kita justru lari kepada dunia dan seakan-akan lupa mempunyai Tuhan yang besar.  Yes 31:1 menyatakan "&lt;i&gt;Celakalah orang-orang yang pergi ke Mesir minta pertolongan, yang &lt;b&gt;mengandalkan kuda-kuda&lt;/b&gt;, yang &lt;b&gt;percaya kepada keretanya yang begitu banyak&lt;/b&gt;, dan kepada pasukan berkuda yang begitu besar jumlahnya, tetapi tidak memandang kepada Yang Mahakudus, Allah Israel, dan &lt;b&gt;tidak mencari TUHAN&lt;/b&gt;.&lt;/i&gt; "&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Ketika Yesus mengajar untuk mendahulukan kerajaan Allah dalam Mat 6:33, Dia mengatakannya dalam konteks jangan kuatir akan kebutuhan sehari-hari.  Intinya Tuhan harus selalu yang utama.  Yang paling utama dalam hidup kita apabila itu bukan Tuhan, itulah berhala! (I Yoh. 5:21).  Berhala pada dasarnya adalah membuat allah yang lain.  Ketika kita tidak membutuhkan Dia lagi.  Tidak merasa perlu untuk mencariNya, maka kita sedang hidup dalam penyembahan kepada berhala.  Betapa sering kita melenceng dari iman yang murni, dan mulai memiliki berhala-berhala yang menggantikan kedudukan Tuhan di hati kita.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Kita gantikan Yehove Rapha (Allah yang menyembuhkan) dengan obat dan dokter yang canggih..  Yehova Jireh (Allah yang mencukupi) kita gantikan dengan simpanan deposita dan bisnis yang berhasil.  Yehova Nissi (Allah kemenanganku) kita ganti dengan tim pengacara, tim sukses, tim penggembalaan yang solid. Yehova Shallom (Allah sang damai) kita gantikan dengan piknik keluarga, shopping, nonton, dan aktifitas-aktifitas "have fun" lainnya. Akhirnya, nama dari atas segala nama Yesus Kristus kita gantikan dengan mamon.  Betapa ironisnya kekristenan yang seperti itu.  Melayani Tuhan tetapi tidak percaya kepadaNya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;"Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi &lt;b&gt;pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya&lt;/b&gt;. Jauhilah mereka itu!"(II Tim. 3:5)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Apa yang kita lakukan memperlihatkan apa yang kita percaya.  Bukan apa yang kita katakan kita percaya.  Jadi, apabila kita benar-benar mempercayaiNya kita akan mencari Dia untuk SEMUA urusan kita.  Ada urusan bisnis kita mencariNya.  Urusan keluarga kita mencariNya.  Dalam kesulitan kita mencariNya.  Dalam kesenangan kita juga mencariNya.  Sehingga benar-benar Dia adalah SEGALANYA.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;Siapa gerangan ada padaku di sorga selain Engkau? &lt;b&gt;Selain Engkau tidak ada yang kuingini di bumi&lt;/b&gt; (Maz. 73:25)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Kita tidak sepenuhnya puas dengan Dia sehingga masih mencari yang lain.  Padahal Israel telah memberi kita pelajaran.  Setiap kali mereka berpaling kepada ilah-ilah lain maka hidup mereka mulai menderita dan kehilangan shallom (damai sejahteranya Tuhan).  Kolam-kolam yang bocor tidak akan mampu menampung berapapun banyak air yang dituangkan.  Ketika fokus hidup kita diluar Tuhan kita akan selalu kekeringan dan tidak bisa menampung sukacita, damai, dan keindahan surgawi.  Kita perlu selalu melekat kepada sumber kehidupan bukan kepada kolam yang bocor.  Jangan cari yang lain.  Cari Tuhan!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt; Sebab dua kali umat-Ku berbuat jahat: mereka meninggalkan &lt;b&gt;Aku, sumber air yang hidup&lt;/b&gt;, untuk menggali kolam bagi mereka sendiri, yakni &lt;b&gt;kolam yang bocor, yang tidak dapat menahan air&lt;/b&gt; (Yer. 2:13)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;(yhs)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8459656-5238944205819796993?l=hannysetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hannysetiawan.blogspot.com/feeds/5238944205819796993/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hannysetiawan.blogspot.com/2009/10/pada-hakekatnya.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8459656/posts/default/5238944205819796993'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8459656/posts/default/5238944205819796993'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hannysetiawan.blogspot.com/2009/10/pada-hakekatnya.html' title='Pada Hakekatnya'/><author><name>hannysetiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01154673144648022421</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_LfKdIxRLNww/Sot5WOLuHYI/AAAAAAAAAAM/4r9kAWExRvY/S220/collage6.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8459656.post-9170134189710374858</id><published>2009-10-25T22:57:00.002+07:00</published><updated>2009-10-25T23:19:54.286+07:00</updated><title type='text'>Ketergantungan Total</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;Kenapa orang tidak mencari Tuhan? Jawabannya bisa beragam.  Tetapi yang paling jelas karena memang tidak butuh Tuhan.  Memang aneh kedengarannya, tapi memang sifat dasar manusia setelah jatuh dari dosa adalah kemandirian atau self-confidence yang salah.  Dengan kekayaan, kepandaian, dan kekuatan sendiri manusia berusaha untuk menjadi allah-allah yang berkuasa.  Paling tidak berkuasa akan diri sendiri.  Mari kita lihat kisah tragis yang ada di dalam sejarah manusia berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;"Juga kata mereka: "Ma&lt;b&gt;rilah kita dirikan bagi kita sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit, dan marilah kita cari nama, supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi.&lt;/b&gt; Lalu turunlah TUHAN untuk melihat kota dan menara yang didirikan oleh anak-anak manusia itu, dan Ia berfirman: "Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apapun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana.   B&lt;b&gt;aiklah Kita turun dan mengacaubalaukan di sana bahasa mereka, sehingga mereka tidak mengerti lagi bahasa masing-masing&lt;/b&gt;. Demikianlah mereka diserakkan TUHAN dari situ ke seluruh bumi, dan mereka berhenti mendirikan kota itu. Itulah sebabnya sampai sekarang nama kota itu disebut Babel, karena di situlah dikacaubalaukan TUHAN bahasa seluruh bumi dan dari situlah mereka diserakkan TUHAN ke seluruh bumi " (Kej. 11:4-9)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Begitu sombongnya orang-orang ini sehingga Tuhan mengambil inisiatif untuk mengacaubalaukan komunitas ini.  Berapa sering dijaman ini kita mencoba mencari membangun proyek-proyek kita tanpa melibatkan Tuhan didalamnya.  Sehingga yang terjadi adalah babel-babel bertebaran dalam kehidupan kita.  Sekolah, bisnis, bahkan pelayanan digereja hanyalah bentuk-bentuk baru dari babel.  Karena bagi Tuhan yang penting adalah kita mencariNya.  Bergantung kepadaNya.  Dan sebetulnya kalau kita menyadari betapa kecilnya kita (Rom. 3), maka bergantung kepada Tuhan bukan hal yang susah.  Tapi realitasnya kita masih sering sombong dalam kekerdilan dan kekecilan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yesus mengungkapkan tentang perumpamaan pokok anggur yang menggambarkan betapa kita ranting-ranting cangkokan yang harus melekat sepenuhnya atau kita dipotong dan dibakar.  Diluar Dia kita tidak mampu apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic; "&gt;Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, &lt;b&gt;sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.&lt;/b&gt; (Yoh. 15:5b)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Disini terlihat apa arti KETERGANTUNGAN TOTAL.   Paulus mengerti dengan benar arti ketergantungan. "Not I, but Christ"  (bukan aku tapi Kristus) adalah ungkapan yang sering tersurat maupun tersirat dalam tulisan-tulisannya.  Dia bukan apa-apa, tapi Yesus segalanya (Gal. 2:19-20, Fi;. 4:13).  Perhatikan kalimat Paulus berikut "Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami. " (II Kor. 4:7).  Dapatkah kita mengatakan yang siapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jadi problem selalu adalah keingingan daging.  Karena keinginan manusia lama ini selalu bertentangan dengan keingingan roh.  Keinginan kita bergantung kepada Tuhan, realitasnya kita masih sering bergantung kepada manusia.  Yer. 17:5-10 mengatakan terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, tapi diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketergantungan atau dependency harus dipelajari.  Sedikit demi sedikit kita harus mulai MELEPASKAN pegangan kita dan mulai berpegang dan hanya melekat kepada Tuhan.  Jadi ada proses PENYALIBAN DIRI yang harus terjadi setiap hari.  Sebab itu Yesus mengatakan kalau kita mau jadi pengikutNya harus mau memikul salib tiap hari (Luk. 9:23).  Paulus menyataka membawa kematian Kristus setiap hari sehingga KEHIDUPAN YESUS akan selalu nampak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic; "&gt;Kami senantiasa membawa &lt;b&gt;kematian Yesus&lt;/b&gt; di dalam tubuh kami, supaya &lt;b&gt;kehidupan Yesus&lt;/b&gt; juga menjadi nyata di dalam tubuh kami. (II Kor. 4:10)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Semakin kita mengenalNya, semakin kita akan bisa mempercayakan hidup kita kepadaNya.  Mengandalkan Dia.  Paulus berani melepaskan SEMUA.  Dan bergantung sepenuhnya karena dia sudah menemukan mutiara itu.  Mutiara yang dicari agama-agama.  Mutiara yang dicari oleh semua umat manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic; "&gt;Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah a&lt;b&gt;ku telah melepaskan semuanya itu&lt;/b&gt; dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus (Fil 3:8)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Alangkah luar biasa apabila setiap orang percaya mengerti mutiara ini.  Akan terjadi perubahan yang besar-besaran dalam kekristenan.  Tiba-tiba dunia berubah total karena kebangunan rohani yang membakar setiap komunitas, kota, bahkan bangsa karena  orang-orang percaya yang melepaskan semua keingingan mereka dan mulai bergantung sepenuhnya kepada Tuhan.  Tuhan mulai berkarya melalui orang-orang ini.  Dan saya berdoa biarlah menjadi bagian dari orang-orang yang tergolang BERGANTUNG TOTAL kepadaNya.  (yhs)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8459656-9170134189710374858?l=hannysetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hannysetiawan.blogspot.com/feeds/9170134189710374858/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hannysetiawan.blogspot.com/2009/10/ketergantungan-total.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8459656/posts/default/9170134189710374858'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8459656/posts/default/9170134189710374858'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hannysetiawan.blogspot.com/2009/10/ketergantungan-total.html' title='Ketergantungan Total'/><author><name>hannysetiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01154673144648022421</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_LfKdIxRLNww/Sot5WOLuHYI/AAAAAAAAAAM/4r9kAWExRvY/S220/collage6.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8459656.post-5966172298618662741</id><published>2009-10-24T09:00:00.001+07:00</published><updated>2009-10-25T23:25:15.812+07:00</updated><title type='text'>Ketika Tuhan Bertanya</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Apabila mencari Tuhan sudah menjadi keyakinan kita.  Kita mengerti pentingnya mencari Dia melebihi segalanya.  Yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah.  Sebenarnya apa yang kita cari dari Tuhan?  Suatu kali Yesus menjadi tidak senang karena jumlah orang yang besar yang mengikut dia.  Karena mereka mencari Dia karena ROTI dan tanda-tanda! Yoh. 6:26 mengatakan,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; "Yesus menjawab mereka: "Aku berkata kepadamu, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;sesungguhnya kamu mencari Aku&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Jadi, masalahnya bukan hanya apakah fokus kita mencari Tuhan atau tidak.  Tapi masalah sebenarnya adalah apa yang kita cari dari Dia?  Apa yang kita mau dari Dia? Pertanyaan ini adalah pertanyaan mendasar dari panggilan untuk menjadi Murid Kristus.  Perhatikan ayat berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, serif; font-size: 16px; font-style: italic; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Tetapi Yesus menoleh ke belakang. Ia melihat, bahwa mereka mengikut Dia lalu berkata kepada mereka: &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;"Apakah yang kamu cari?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;" Kata mereka kepada-Nya: "Rabi (artinya: Guru), di manakah Engkau tinggal? (Yoh. 1:38)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Jawaban Simon dan Andreas adalah jawaban yang sederhana tapi memperlihatkan hati mereka.  Mereka hanya punya satu keinginan, yaitu tinggal bersama Kristus.   Seorang murid di jaman itu selalu mengikut kemana pun gurunya pergi.  Dan mereka mau melepaskan semuanya untuk mengikut Dia, mencari Dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan ini seharusnya menjadi pertanyaan yang harus dijawab dengan benar oleh setiap dari kita yang mau mengikut Dia.  Daud menjawab pertanyaan ini dengan baik.  Dalam Maz. 73:25, dia mengatakan "&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Siapa gerangan ada padaku di sorga selain Engkau? Selain Engkau tidak ada yang kuingini di bumi. "&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;  Jawaban yang benar-benar tepat.  Simon, Andreas, dan Daud hanya mau pribadi dari Yesus itu sendiri.  Mereka tidak melihat rotinya, tanda-tandanya, atau atribut-atribut yang lain.  Tetapi pribadiNya!&lt;br /&gt;Itulah yang harus kita cari sepanjang hari-hari kita.  Itulah "Kerajaan" yang harus kita cari.  Pribadi sang Raja!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic; "&gt;Atas pertanyaan orang-orang Farisi, apabila Kerajaan Allah akan datang, Yesus menjawab, kata-Nya: "Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, serif; font-size: 16px; font-style: italic; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;juga orang tidak dapat mengatakan: Lihat, ia ada di sini atau ia ada di sana! &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; (Luk. 17:20-21)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Yesus merujuk bahwa Dialah kerajaan itu.  No Christ, No Kingdom.  Tidak ada Kristus, tidak ada kerajaan. Dia pusat dari apa yang kita percaya, pikirkan, rasakan.  Semuanya tentang satu Pribadi, Yesus.  Roh Kudus mengajar, membimbing, menegur supaya kita mengerti Pribadi yang luar biasa ini.  Seluruh kepribadian Allah yang besar dan tritunggal ada dalam pribadi ini.  Apakah kita sedang mencariNya? Atau lebih tepatnya benarkah kita mencariNya?  Jangan-jangan kita hanya mencari roti dan tanda-tandanya. Jadi, apabila Tuhan bertanya, "Apakah yang kamu cari."  Apakah jawaban kita? (yhs)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8459656-5966172298618662741?l=hannysetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hannysetiawan.blogspot.com/feeds/5966172298618662741/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hannysetiawan.blogspot.com/2009/10/apa-yang-kita-cari.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8459656/posts/default/5966172298618662741'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8459656/posts/default/5966172298618662741'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hannysetiawan.blogspot.com/2009/10/apa-yang-kita-cari.html' title='Ketika Tuhan Bertanya'/><author><name>hannysetiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01154673144648022421</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_LfKdIxRLNww/Sot5WOLuHYI/AAAAAAAAAAM/4r9kAWExRvY/S220/collage6.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8459656.post-8357257649864246515</id><published>2009-10-23T03:34:00.001+07:00</published><updated>2009-10-25T23:24:00.427+07:00</updated><title type='text'>Mencari Tuhan</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Ketika sedang merenung apa arti semua yang saya lakukan, Roh Kudus mengingatkan kepada pewahyuan sederhana bahwa "It's all about God" - Semua tentang Tuhan. Berpindahnya pusat kehidupan dari self ke God sering hanya menjadi pengertian rohani yang tidak berdampak apapun. Kalau Tuhan menjadi pusat kehidupan, apa konsekuensinya, apa akibatnya, apa perbedaanya? Salah satu hal yang utama yang beda adalah orientasi kita. Apakah sepanjang hari Tuhan menjadi pusat kehidupan kita? Ataukan sepanjang hari pusat kehidupan kita ada di pekerjaan, sekolah, rumah tangga, pelayanan, dan tetek bengek yang lain. Dengan kata lain, apakah kita ikut sertakan Dia dalam setiap aktifitas harian kita?&lt;br /&gt;Mengapa kita berjalan sendiri? Bukan karena tidak tahu teorinya bahwa Dia harus bersama kita, tetapi kita tidak merasakan pentingnya Dia bersama. Tidak ada rasa ketergantungan itu lagi. Sehingga pada akhirnya kita tidak MENCARI DIA lagi. Hari demi hari kita lalui tanpa Dia. Padahal setiap hari dari Surga Bapa mencari orang yang mencariNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Allah memandang ke bawah dari sorga&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; kepada anak-anak manusia, untuk melihat apakah ada yang berakal budi dan yang &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;mencari Allah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; (Maz. 5&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;3:3)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Mencari Tuhan adalah suatu disiplin rohani yang menjadi inti dari perjalanan kita dengan Dia. Mat. 6:33 mengatakan "Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya maka semuanya akan ditambahkan kepadamu". Jelas Yesus dalam pesannya ini sangat radikal, karena soal makan dan minum pun tidak penting jika dibanding Kerajaan Allah. Artinya lagi, lebih baik kita mati tidak makan dan tidak minum daripada hidup tanpa Tuhan. Luar biasa! Suatu pesan yang seharusnya menginpirasi kita semua untuk secara tekun tiap-tiap hari mencari wajahNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; "Maka sekarang, &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;arahkanlah hati dan jiwamu untuk mencari TUHAN, Allahmu&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;. Mulailah mendirikan tempat kudus TUHAN, Allah, supaya tabut perjanjian TUHAN dan perkakas kudus Allah dapat dibawa masuk ke dalam rumah yang didirikan bagi nama TUHAN&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;." &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;I Taw. 22:19&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Firman dalam 1 Tawarikh diatas menekankan kita untuk MENGARAHKAN hati dan jiwa kepada Tuhan. Arah hati ini sangat penting. Dari hati terpancar kehidupan (Ams. 4:23). Setiap hari dan waktu kita mau arahkan itu kepadaNya.  Terlalu banyak hati dan pikiran kita dipenuhi dengan hal-hal yang bukan Tuhan sehingga manusia batiniah kita begitu lemahnya. Tidak heran pada akhirnya tidak ada peperangan yang dimenangkan karena sakit-sakitan.&lt;br /&gt;Roh Kudus mengingatkan saya kembali, sudahkah hati saya ini terarah sepenuhnya untuk Dia? Apakah setiap yang saya lakukan adalah bagian dari usaha untuk mengertiNya, mengenalNya, menyenangkanNya, dan melakukan apa yang Dia mau? Daud mengilhami saya untuk terus berdoa dan berkata &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;"Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!" (Maz. 139:23-24)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;. (yhs)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8459656-8357257649864246515?l=hannysetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hannysetiawan.blogspot.com/feeds/8357257649864246515/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hannysetiawan.blogspot.com/2009/10/mencari-tuhan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8459656/posts/default/8357257649864246515'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8459656/posts/default/8357257649864246515'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hannysetiawan.blogspot.com/2009/10/mencari-tuhan.html' title='Mencari Tuhan'/><author><name>hannysetiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01154673144648022421</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_LfKdIxRLNww/Sot5WOLuHYI/AAAAAAAAAAM/4r9kAWExRvY/S220/collage6.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
